This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 26 Juli 2013

Lucifer (Raja Iblis)


Pemberontakan dan Anti Kemapanan
“Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu:Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan tahtaku mengatasi
bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan,
ke tempat yang paling dalam di liang kubur.” (Yes. 14:12-15)

Cuplikan ayat dari kitab Yesaya di atas menggambarkan kejatuhan malaikat terang yang kemudian dikenal sebagai Lucifer sebagai asal mula munculnya iblis dalam tata ciptaan Tuhan. Dalam teologi Yudeo-Kristian, Tuhan yang Maha Baik tidak mungkin menciptakan iblis sejak semula. Tuhan hanya menciptakan para malaikat. Ini berbeda kontras dengan teologi Islam yang mengatakan bahwa iblis diciptakan dari api, dengan demikian Islam mengakui bahwa Tuhan sendirilah yang menciptakan iblis. Atau dengan kata lain Tuhan sendiri yang telah menciptakan sumber segala kejahatan.
Lucifer berasal dari bahasa latin Lux Fere – Pembawa Cahaya. Lucifer adalah malaikat yang paling cemerlang diantara semua malaikat ciptaan Tuhan. Tapi justru karena kecemerlangannya itu ia menganggap dirinya setara dengan Tuhan dan mulai mengajak malaikat lain untuk tidak lagi taat kepada Tuhan. Pemberontakan para malaikat ini digagalkan oleh malaikat-malaikat yang setia kepada Tuhan di bawah pimpinan malaikat agung Mikael (yang artinya “Siapa seperti Tuhan”), sehingga akhirnya para malaikat pemberontak ini menjadi iblis dan di buang dari surga.
Ada sebuah kenyataan yang sangat menarik disini dan dapat kita jadikan sebagai titik pandang untuk membedakan karya Tuhan dan karya Iblis. Dalam membangun keseluruhan tata-ciptaan, yang dilakukan Tuhan adalah menyelenggarakan harmoni, keteraturan, ketaatan, kemapanan dalam kebebasan penuh. Sebaliknya iblis melakukan ketidaktaatan, pemberontakan dan merancang kekacauan serta ketidakteraturan. Semangat ketaatan dan kemapanan berasal dari Tuhan, sebaliknya semangat pemberontakan dan ketidakteraturan adalah berasal dari iblis. Jika kita memahami dua sifat yang berbeda ini kita akan memahami mana sesungguhnya karya-karya Tuhan dan mana yang bukan.

Kejatuhan Manusia
Dalam hal kejatuhannya, Lucifer dan para iblis sama sekali tidak menerima kenyataan pahit ini. Sekalipun mereka telah kalah oleh para malaikat yang setia, iblis masih berusaha menunjukkan dirinya mampu mengalahkan Tuhan. Iblis melihat kesempatan itu sangat terbuka lebar dengan jalan merampas ciptaan Tuhan yang paling sempurna: manusia.
Manusia adalah ciptaan Tuhan yang sempurna karena diciptakan sesuai dengan citra Tuhan sendiri. Iblis dalam kedengkiannya beranggapan dengan menghancurkan citra Tuhan berarti ia berhasil menunjukkan bahwa Tuhan telah gagal: citra Tuhan sudah takluk sepenuhnya pada iblis.
Kesempatan untuk menghancurkan manusia akhirnya muncul saat iblis membujuk Adam dan Hawa untuk melanggar perintah Tuhan dengan memakan buah pengetahuan. Iblis melakukannya dengan cara-cara yang menjadi ciri iblis yakni dengan memfitnah dan menipu. Iblis memfitnah Tuhan dengan mengatakan pada mereka bahwa perkataan Tuhan tentang buah pengetahuan sama sekali tidak benar, perkataan iblislah yang benar. Iblis juga menipu mereka dengan mengatakan bahwa dengan makan buah pengetahuan mereka akan bisa menjadi seperti Tuhan. Adam terkena tipu daya iblis, dia mulai memberontak dan tidak taat lagi terhadap Tuhan.
Akibat dari tipu daya iblis dan ketidaktaatannya pada Tuhan, manusia akhirnya kehilangan martabatnya sebagai citra Tuhan dan harus di usir dari taman Eden (Firdaus). Inilah dosa asal yang terus-menerus menjadi bagian dari peradaban manusia sampai akhirnya (menurut kristianitas) nanti dipulihkan kembali oleh Yesus Kristus melalui penebusan.
Teologi Islam memandang kejatuhan ini jauh berbeda, seolah-olah ini sekedar dosa biasa yang cukup diselesaikan dengan permohonan ampun. Islam tidak menyadari konsekuensi yang amat mendasar dari kejatuhan manusia-manusia pertama ini sehingga Islam menolak ide-ide tentang dosa asal. Padahal konsekuensi dari dosa ini amat besar: manusia kehilangan martabatnya sebagai citra Tuhan dan sekaligus kehilangan kehidupan yang damai, manusia mulai hidup dalam kesusahan dan jatuh ke dalam dosa-dosa.

Pemulihan Kembali
Kejatuhan manusia tentu saja tidak dikehendaki Tuhan. Tuhan yang sangat mengasihi manusia membangun rencana untuk menyelamatkan manusia dari kehancurannya. Tuhan ingin memulihkan kembali kehidupan damai yang pernah dialami manusia, dan lebih dari itu Tuhan ingin memulihkan martabat manusia kembali menjadi citra Tuhan.
Tuhan memulai rencana keselamatan manusia dengan memilih Abraham dan keturunanNya sebagai pembawa berkat bagi seluruh bangsa. Ada polemik yang cukup sengit, terutama dari kalangan islam, apakah keturunan Abraham itu juga mencakup Ismael. Tapi dalam Kitab Suci sudah cukup jelas bahwa yang disebut sebagai keturunan Abraham adalah yang berasal dari Ishak, bukan Ismael. Sehingga bangsa terpilih yang akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa itu berasal dari keturunan Israel, bukan dari yang lain. Dan ini didukung oleh kenyataan sejarah bahwa nabi-nabi memang muncul dari keturunan Ishak, bukan yang lain. Manusia bisa saja berpolemik, tapi sejarah sudah menunjukkan kebenaran dengan caranya sendiri.
Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa rencana keselamatan itu bergulir melalui rentang waktu ribuan tahun, mulai dari Abraham, Ishak, Yakub. Kemudian Yusuf yang membawa orang Israel menetap di Mesir. Di Mesir sepeninggal Yusuf bangsa Israel ini diperbudak oleh penguasa Mesir sebelum akhirnya 400 tahun kemudian dibebaskan oleh Musa dan dibawa menuju tanah terjanji di wilayah Kanaan.
Pada periode Musa inilah Tuhan memberikan salah satu berkatNya yang penting bagi umat manusia, yaitu hukum-hukum Taurat (termasuk dekalog, 10 perintah Tuhan). Tunggu, bukankah Hukum Taurat hanya untuk bangsa Israel? Tampaknya demikian, tapi jika kita mengingat kembali perjanjian Tuhan dengan Abraham maka akan tampak bahwa apa yang diberikan untuk bangsa Israel sesungguhnya ditujukan untuk semua bangsa. Itu pemberian yang bersifat universal, dan bangsa Israel hanyalah sarana, bukan tujuan dari pemberian hukum-hukum itu.
Sejarah keselamatan terus bergulir melalui jaman dimana Daud menjadi Raja Israel yang terbesar dan di susul oleh pembangunan Bait Allah di Yerusalem oleh Salomo. Kemudian muncul masa dimana Kerajaan Israel terpecah dan ditaklukkan bangsa-bangsa lain, mengalami pembuangan, sebelum akhirnya kembali lagi. Selama masa-masa itu Tuhan terbukti terus memberikan berkatNya berupa Sabda dan hukum-hukumNya melalui para nabi-nabi Israel. Dan lebih dari itu Tuhan juga menjanjikan kedatangan Sang Mesias yang akan menjadi berkat pamungkas bagi seluruh manusia.

Dari Israel Menjadi Berkat Untuk Semua Bangsa
Setelah melalui penantian dan persiapan yang panjang, akhirnya berkat pamungkas itu muncul berupa inkarnasi Tuhan sendiri dalam diri Yesus Kristus. Tak ada berkat dan pemberian Tuhan yang lebih besar dan lebih baik dari DiriNya sendiri. Inilah Sabda Tuhan yang menjadi daging, sabda yang akan memulihkan kehidupan damai seperti yang semula dirancang Tuhan bagi manusia. Dan yang terpenting, inkarnasi Yesus akan memulihkan kembali martabat manusia sebagai citra Tuhan. Melalui ajaranNya dan melihat teladan kehidupan Yesus manusia dapat menyadari betapa manusia memang dapat hidup sempurna seperti Tuhan dan manusia memang sungguh-sungguh citra Tuhan sendiri. Melalui kematian di kayu salib Yesus telah menebus dosa-dosa manusia dan memulihkan martabatnya (yang hilang sejak dosa Adam) sebagai citra Tuhan.
Setelah hadirnya Yesus, sejarah keselamatan manusia memasuki babak yang baru. Berkat Tuhan yang tadinya secara eksklusif hadir dalam sejarah bangsa Israel sekarang mulai menyebar dan dibagikan kepada bangsa-bangsa lain melalui sarana yang baru, keturunan Abraham menurut roh, yaitu Gereja. Yesus sendiri telah memberikan pengutusan sakral: “…Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu…” Gereja yang SATU dan SAMA yang dimulai dari para rasul dan dilanjutkan oleh para paus dan uskup terus dengan setia mengemban misi suci yang diamanatkan oleh Sang Penebus hingga hari ini.
Hadirnya Gereja sampai detik ini membuktikan satu hal penting: dengan caranya yang ajaib karya keselamatan Tuhan terus hadir sejak jaman Abraham hingga Paus Benediktus XVI tanpa pernah terputus. Inilah Agama Universal yang menjadi berkat keselamatan bagi seluruh manusia. Pada akhirnya Agama Universal akan menghadirkan kembali suatu tatanan damai dan memulihkan kembali martabat kemanusiaan menjadi citra Tuhan di akhir jaman.

Rancangan Para Penipu Dan Pemberontak
Seperti yang saya tulis sebelumnya, bagi iblis kehancuran manusia adalah keberhasilannya. Meskipun dia tidak mampu mengalahkan Tuhan, setidaknya ia berhasil menghancurkan karya terbaik Tuhan. Ketika Tuhan menjalankan rencana keselamatan untuk memulihkan kembali manusia tentu saja iblis tidak tinggal diam. Iblis ingin menghancurkan Agama Universal yang telah dirancang dan dibentuk Tuhan sejak jaman Abraham.
Berbagai cara terus dilakukan iblis, mulai dari upaya penghancuran bangsa Israel, pembusukan dari dalam dan upaya menyesatkan orang-orang pilihan terus dilakukan. Tapi rancangan Tuhan tetap berjalan dengan lancar hingga akhirnya sampai pada puncak karya keselamatan dengan hadirnya Yesus Sang Penebus. Kehadiran Yesus dan kematianNya di kayu salib merupakan kekalahan telak iblis.
Dan seperti kekalahan sebelumnya, iblis tidak mau terima dan ia bertekad untuk mengacaukan Agama Universal ini. Iblispun akan menggunakan cara-cara klasiknya yang dulu pernah berhasil menjatuhkan Adam: penipuan dan pemberontakan. Memang iblis adalah bapa segala dusta dan akar segala pemberontakan.
Iblis berusaha menghancurkan Agama Universal dalam dua cara, dari dalam dan dari luar. Upaya dari dalam dilakukannya dengan menebarkan bibit-bibit perpecahan di antara umat beriman. Bibit maut paling penting yang disebarkannya adalah penyangkalan ketuhanan Yesus. Ini bukan tanpa alasan…. Bagi Agama Universal, ketuhanan Yesus adalah fondasi yang menjadi dasar bagi seluruh ajarannya. Dengan penyangkalan ketuhanan Yesus berarti seluruh ajaran Gereja akan kehilangan dasar-dasarnya dan keruntuhannya tinggal menunggu waktu.
Momen penting penyesatan dan perpecahan ini terjadi pada abad ke 4 ketika seorang imam berpengaruh (atau uskup?) bernama Arius atas bisikan iblis mulai mengembangkan dan mengajarkan teologi yang menolak ketuhanan Yesus. Seperti sewaktu menipu Adam, iblis juga menipu Arius sedemikian rupa sehingga Arius percaya bahwa apa yang diajarkan para rasul itu salah dan dia harus mengajarkan konsep yang baru.
Karena kejeniusannya dan dukungan yang diberikan oleh kerajaan Romawi waktu itu, nyaris 90 persen uskup-uskup berhasil dipengaruhi oleh pandangan Arius. Sampai akhirnya muncul seorang pendekar trinitarian yang tidak kalah jeniusnya bernama Athanasius. Dengan kegigihan dan kecerdasan yang luar biasa ia berhasil meyakinkan kembali para uskup yang pernah dipengaruhi oleh Arius untuk kembali pada ajaran yang diajarkan oleh para rasul. Ujung-ujungnya usaha busuk Arius untuk menyangkal ketuhanan Yesus gagal total dan pada konsili Nicea seluruh Gereja kembali pada ajaran para rasul hingga hari ini. Iblis lagi-lagi kalah telak….
Tapi sekali lagi iblis tetaplah iblis, dia tidak mau menerima kekalahan ini dan masih berusaha keras. Arius boleh saja gagal, tapi iblis belum mengibarkan bendera putih. Keukeuh dan pantang menyerah…. Soal semangat dan kegigihan, iblis memang patut diacungi jempol.
Cara lain yang ditempuh iblis adalah dengan menghancurkan dari luar. Sampai di sini saya harus ekstra hati-hati karena sudah masuk ke wilayah yang sensitif dan bisa membakar emosi. Tapi bagaimanapun kebenaran harus diungkapkan sekalipun pahit….
Dalam upayanya kali ini iblis masih tetap dengan tema besarnya yang semula: penyangkalan ketuhanan Yesus. Strategi mautnya adalah dengan membangun agama tandingan yang akan menggantikan Agama Universal. Agama ini juga nantinya akan diberi label seolah-olah agama universal, ‘rahmatan lil alamin”, rahmat bagi seluruh alam semesta. Untuk itu dipilihlah keturunan Abraham dari Ismael, seorang bangsa arab bernama Muhamat menjadi tokoh kunci dari rencana busuk ini. Alasannya jelas: setidaknya Islam punya kesempatan untuk mendapat legitimasi sebagai bagian dari agama keturunan Abraham juga. Tidak masalah kalau di Kitab Suci sebelumnya sudah disebutkan bahwa keturunan Abraham adalah yang berasal dari Ishak bukan Ismael, yang penting kalau terus-menerus dipromosikan (didakwahkan) dengan agresif lama-lama orang juga percaya. Seperti kata Hitler, “Ceritakanlah kebohongan, dan ceritakanlah itu terus-menerus maka kebohongan itu akan menjadi kebenaran”.
Sama seperti yang dilakukan pada Adam dan juga Arius, iblis menipu Muhamat dengan mengatakan bahwa ajaran Tuhan keliru atau sudah diselewengkan dan Muhamat diutus untuk ‘meluruskan’ kekeliruan itu. Lebih jauh lagi, umat manusia akan mendapatkan kitab suci yang ‘asli’ yang berisi wahyu ‘Tuhan’ yang sesungguhnya. Dan akhirnya lahirlah Islam dengan Alquran yang lengkap dengan penyangkalannya akan ketuhanan Yesus. Untuk lebih menyempurnakan fitnahnya Islam mencomot ajaran-ajaran para nabi sebelumnya sehingga dapat mengklaim dirinya sebagai pembawa dan pelurus seluruh ajaran para nabi, sekaligus penutup seluruh rangkaian kitab suci.
Jadi sesungguhnya kemunculan Islam berawal dari fitnah terhadap ajaran Kitab Suci, karena tudingan pemalsuan dan penyelewengan yang terjadi pada Kitab Suci sama sekali tidak diikuti dengan bukti. Perlu diingat bahwa Yesus tidak pernah berbicara dan mengeluh, soal adanya penyelewengan pada kitab-kitab Taurat. Artinya, sampai dengan jaman Yesus kitab-kitab Taurat yang ada adalah benar dan tidak diselewengkan isinya. Dan ternyata memang tidak pernah ada bukti bahwa isi kitab-kitab Taurat yang ada pada jaman Yesus berbeda dengan isi kitab-kitab Taurat yang ada pada masa sesudahnya, bahkan sampai sekarang. Jadi dimana letak pemalsuan dan penyelewengannya? Ini sudah cukup membuktikan bahwa isu penyelewengan Kitab Suci yang disebarkan Muhamat dan Alquran hanya sekedar fitnah yang dilakukan untuk mendapatkan legitimasi bagi kehadiran Alquran. Ironis memang, Islam ternyata bukan agama yang dilandasi oleh kebenaran tapi justru oleh kebohongan dan fitnah.
Sebetulnya kalau kita memakai akal sehat, kita tidak perlu termakan isu penyimpangan dan penyelewengan semacam ini. Bayangkan, Agama Universal yang dibangun Tuhan sendiri selama ribuan tahun apa mungkin dengan mudah diselewengkan begitu saja oleh manusia? Biasanya kalangan Islam selalu mengkambinghitamkan Paulus sebagai penyeleweng Agama Universal. Pertanyaannya: apakah Paulus mampu menghancurkan Agama Universal yang dibangun Tuhan selama ribuan tahun? Akal sehat kita akan mengatakan tidak mungkin, terkecuali Paulus itu lebih hebat dari Tuhan. Ketidakmungkinan ini ditambah lagi dengan fakta bahwa Paulus bukanlah kepala Gereja dan pimpinan para rasul. Jika Paulus melakukan penyelewengan dari apa yang diajarkan Yesus, dengan sangat mudah Petrus dan rasul lainnya akan membuang ajaran-ajaran Paulus.
Orang bisa saja beropini bahwa Islam membawa kebenaran. Tapi sejujurnya kalau anda memeriksa seluruh ajaran Islam, tidak ada kebenaran baru yang dibawa oleh Islam yang tidak ada di Agama Universal. Jadi munculnya Islam di muka bumi sama sekali tidak diperlukan. Hal baru yang sebenarnya dan misi utama dari munculnya Islam adalah penyangkalan ketuhanan Yesus. Persis seperti ide yang muncul dalam benak Arius, sehingga kemungkinan besar ide ini juga berasal dari sumber yang sama.
Selebihnya semua ajaran kebaikan yang ada dalam Islam sudah ada dalam Agama Universal, malah Islam menampilkannya dengan mutu yang jauh di bawah standar seperti perkawinan yang kembali ke jaman pra-kristen, ditegakkannya kembali hukum Taurat dalam bentuk yang lebih kejam seperti pemotongan tangan, hukum rajam, penggunaan kekerasan dalam penyebaran agama, dan sebagainya. Lebih dari itu Islam sesungguhnya tidak memiliki konsep ajaran yang jelas, lihat saja sistematika penyusunan Alquran yang begitu berantakan berupa kumpulan ajaran, cerita, perintah-perintah tanpa arah yang jelas. Bagaimana mungkin ajaran semacam ini mau menjadi ‘rahmatan lil alamin’? Jawaban yang paling logis, memang bukan itu tujuan dari Islam yang sebenarnya.
Jika kita melihat bahwa Agama Universal dibangun dalam sejarah yang panjang dan konsisten, mulai dari jaman Perjanjian Lama hingga jaman Perjanjian Baru dan berhasil membentuk satu kesatuan ajaran yang utuh, maka kemunculan Islam yang mengklaim sebagai agama yang berasal dari Tuhan adalah suatu anomali dan sama sekali tidak perlu. Seluruh ajaran Agama Universal sudah tergenapi dengan kehadiran Yesus, dan suatu tatanan yang akan membawa manusia menuju era baru yang penuh kedamaian sedang berproses. Maka dapat disimpulkan bahwa munculnya Islam hanyalah upaya untuk menggagalkan misi Agama Universal, tidak lain dan tidak lebih. Dengan kata lain Islam adalah antitesis dari Agama Universal, Islam adalah bagian dari pemberontakan iblis terhadap Tuhan.
Untungnya sejarah sudah menunjukkan bahwa upaya pemberontakan iblis pada akhirnya akan gagal, termasuk juga antitesis agama yang dibangunnya ini akan menemui takdir 
yang sama: GAGAL TOTAL.

Kabbalah dan Ksatria Templar

Biarawan Sion Kabbalah.
Kabbalah ini mempelajari arti yang tersembunyi dari Taurat dan naskah-naskah kuno Judaisme. Walau demikian, diyakini bahwa Kabbalah sesungguhnya memiliki akar yang lebih panjang dan merujuk pada ilmu-ilmu sihir kuno di zaman Fir’aun yang biasa dikerjakan dan menjadi alat kekuasaan para pendeta tinggi di sekitar Fir”aun.
Gelombang terhadap Kabbalah, inti sari kedudukan ideologis Biara Sion yang kemudian menular ke Ordo Ksatria Templar, lalu diturunkan kepada Freemason dan sebagainya yang kemudian menjelma dalam bentuk konspirasi kelompok Neo-Con di Amerika, Judeo Christian atau Zionis Kristian yang berasal dari The Holy Scofied Bible dan termasuk di alam bawah sadar para pemimpin Eropa yang tergabung dalam Uni Eropa-Oikumene negeri-negeri Kristian Eropa dan sebagainya, membawa kita pergi jauh ke masa silam, saat Fir’aun masih disembah sebagai Tuhan, saat Nabi Musa a.s berjuang mendakwahkan ketauhidan pada bangsa Israil yang keras kepala di Mesir kuno.
Terdahulu usaha-usaha dari iblis kemudian tumbuh satu kelompok manusia yang mempertuhankan dewa-dewi, bukan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka mempertuhankan Lucifer dan menyebut diri sebagai The Brotherhood of The Snake (Ordo atau Persaudaraan Ular). Kelompok inilah yang kemudian menyebarkan pahamnya, mempertuhankan Lucifer, Dewa Matahari dan Dewa-Dewi lainnya.

Asal Muasal Biarawan Sion

Kelompok persaudaraan Kabbalah diyakini telah berusia lebih dari 4.000 tahun. Jauh lebih tua dari agama Kristian itu sendiri. Tidak ada yang mengetahui secara pasti bagaimana ordo ini lahir. Namun sejumlah peneliti mencatat, pada Dinasti Ur III, saat masa-masa pembuangan suku-suku Bani Israil ke Babylonia, di saat itulah Ordo Kabbalah terbentuk. Sejak awal berdiri hingga kini ada tiga jenis ordo Kabbalah yakni Ordo Hijau, Ordo Kuning dan Ordo Putih. Yang paling menarik adalah Ordo Putih karena misteri yg terkandung di dalam pertumbuhan tersebut. Ordo ini jarang diselidiki oleh peneliti. Jika Ordo yang lain lebih menekankan pada aspek-aspek ritual, ajaran penyembahan Lucifer, maka Ordo Putih ini lebih menekankan misi politik dan kekuasaan. Merekalah yang merumuskan bahwa tujuan akhir Kabbalis adalah untuk membentuk “Satu Pemerintahan Dunia” (Unity of the World atau meminjam seloka mereka “E Pluribus Unun”) dan “Tata Dunia Baru” (Novus Ordo Seclorum atau The New World Order). Merekalah peletak dasar-dasar peradaban Barat sekarang. Dari Ordo inilah Ordo Sion berasal. Jika ini benar, berarti seluruh konspirasi mereka sejak masih bernama Templar hingga kini yang bernama IMF, World Bank, Neo-Con, Judeo Christian dan Zionisme, seluruhnya merupakan usaha-usaha dari Iblis untuk menciptakan Kerajaannya di dunia.
 
Knight Templar
Knight Of Templar! ordo ksatria Kristian yang paling ditakuti pada masa Perang Salib. Penemu sistem perbankan dan kad kredit pertama di Eropa di abad ke 13, menguasai tanah yang luas di Eropa dan tanah suci, pendiri banyak sekali Katedral Gothik terkenal, diyakini sebagai penemu dan pengawal Tabut Perjanjian (ark of covenant) Musa, Cawan Perjamuan Jesus (Holy Grail), Mandillon asli. Terjalin dengan tesis teori konspirasi mulai dari zaman Mesir kuno, sampai ke Illuminati, Freemasonry, dan One World Order. Menguasai keuangan Eropa pada abad pertengahan, merupakan ujung tombak pasukan Crusader di tanah suci, pendiri negara Swiss, hingga akhirnya karena kekuatannya yang demikian besar pihak Gereja Katolik saat itu berkonspirasi dengan Raja Perancis melakukan tuduhan palsu terhadap ordo tersebut.
Puncaknya pembantaian besar-besaran terhadap para Templar yg dilakukan oleh penyelidikan Roma dengan berbagai tuduhan mulai dari perilaku seks menyimpang hingga pemujaan terhadap Baphomet. Hari penangkapan para Templar yang jatuh di hari Jumaat tgl 13 hingga kini dianggap sebagai hari sial di dunia Barat.

Berawal dari kedatangan 9 ksatria yang datang ke istana King Baldwin I – Raja Jerusalem – yang menyatakan siap menjaga keamanan jalan-jalan kecil dan jalan raya yang biasa dilalui para penziarah dari kota pelabuhan Jaffa menuju kota suci Jerusalem, jalur penziarah sepanjang 38 mil. Raja Baldwin begitu terpesona dengan kesungguhan mereka dan menyerahkan sayap kiri istana sebagai markas mereka. Kamar-kamar para Templar tersebut yang diberikan oleh King Baldwin ternyata berdiri di atas Kuil Sulaiman.
Dari sini timbul pertanyaan, apakah memang King Baldwin yang memberikan wilayah tersebut kepada mereka tanpa sengaja atau sekedar para Ksatria Kuil itulah yang meminta wilayah tersebut dengan berbagai dalih. Dari “markas” mereka yang di bangun di atas kuil Sulaiman itulah nama Knight Templars muncul. Dari kamar-kamar itulah secara diam-diam para Templar melakukan penggalian ke bawahnya mencari harta yang diyakininya.
Menurut penelitian Lynn Picknett dan Olivia Prince, 9 orang Knights Templar tersebut sesungguhnya merupakan anggota Gereja Yohanit (gereja yang mengakui Yohanes Pembaptis sebagai Kristian, bukan Jesus).
Banyak dugaan, selama proses penggalian, mereka menemukan berbagai barang peninggalan dan naskah yang berisi inti sari dari tradisi-tradisi rahsia Yahudi dan Mesir kuno. Ada di kalangan mereka menduga, mereka menemukan “sesuatu” yang diyakini sebagai Kabbalah, sebuah ajaran mistik kuno yang berakar-umbi pada sejarah para Fir’aun di zaman mesir kuno. Hal tersebutlah yang mengubah para Templars yang pada mulanya Ksatria Kristian di kemudian hari mengadoptasikan suatu ajaran, filsafat dan keyakinan yang sama sekali berbeda dengan Gereja.

Apakah ‘sesuatu’ itu adalah Cawan Suci (The Holly Grail) yang berisi darah Jesus Kristus di mana menurut kepercayaan pagan Yahudi, siapapun yang mendapatkannya akan menjadi panjang usia, kaya raya, berpengaruh dan memiliki kekuasaan di dunia ini. Inikah motivasi sesungguhnya? Lalu bagaimana dengan perkhabaran yang menyatakan bahwa The Holly Grail itu sendiri adalah Maria Magdalena, perempuan bangsawan yang dinikahi Nabi Isa dan melahirkan keturunannya. Adakah di bawah kuil Sulaiman tersebut tertanam jasad seorang Maria Magdalena?
Di akhir sejarah mereka, para Templar menanggalkan jubah putih dan panji-panji perangnya, dan kemudian menggantinya dengan pakaian yang biasa dikenakan para pekerja, para tukang batu, bergabung dengan para Mason dan menguasai lodge-lodge mereka. Tidak ada lagi Knight of Templar. 
Yang ada sekarang adalah Mason.
Banyak peneliti menemukan benang merah yang teramat kuat antara Biarawan Sion, Ksatria Templar, Freemansonry, Rosicrusian, Illuminati dan sebagainya. Benang merah itu adalah ideologi esotoris yang bernama Kabbalah. Perkumpulan-perkumpulan rahsia dan sangat tertutup ini diyakini sebagai pihak yang bermain dibelakang layar dalam berbagai peristiwa penting dunia. Perang salib misalnya, adalah Peter si Pertapa yang merupakan anggota Ordo Kabbalah yang berada dalam gereja Yohanit yang mula-mula memprovokasi Paus Urbanus II agar mengakhiri Perjanjian Aelia yang berisi Perjanjian damai antara Kristian dengan kaum Muslim yang telah ditanda-tangani oleh Khalifah Umar Bin Khattab dan uskup Agung Jerusalem Sophronius bersamaan dengan diserahkannya kota suci Jerusalem dari kekuasaan Kristian ke tangan kaum Muslimin. Para Templar yang juga anggota Ordo Kabbalah Gereja Yohanit, mereka inilah anak-anak iblis, sama sekali bukan pengawal sejati Jesus atau Nabi Isa As.
Ada beberapa pasukan elit dan ordo yang cukup berperanan dalam perang salib. Peranan mereka sangat signifikan, sehingga keberadaannya tidak boleh dipandang remeh begitu saja. Berikut adalah daftar pasukan elit/ordo khusus yang menyertai perang salib dari kedua belah pihak.

 
Knight of Hospitaller
 
The Knights Hospitaller yang nama lengkapnya dalam bahasa Inggris adalah : The Order of Knights of the Hospital of St.John of Jerusalem sering juga disebut dengan Knights of Malta atau Knights of Rhodes. Dua nama terakhir lebih merupakan nama sebutan berdasarkan base Ordo itu yang berpindah beberapa kali.
Tahun 1020, para pedagang dari Amalfi dan Salermo, Italia atas izin Khalifah Mesir membangun rumah sakit di Yerusalem. Pusat suaka dan medis itu dibangun atas nama St. John The Baptist (Santo Yohannes pembaptis), melayani para peziarah Kristen yang mengunjungi tempat kelahiran Kristus di Yerusalem.
Pada awalnya, Ordo ini hanya melayani para peziarah disana, namun dalam waktu singkat tugasnya bertambah selain bagian medis dan kerohanian, juga mengorganisir pengawalan bagi para peziarah.

Bersama dengan Knights Templar, Hospitallers menjadi salah satu elemen paling penting dan kuat di wilayah Palestin. Knights Hospitallers kemudian mulai mendapatkan reputasi tempurnya dalam skirmish-skirmish melawan pasukan-pasukan Muslim sepanjang jalur pengawalan mereka. Para Ksatrianya mengenakan jubah berwarna hitam dengan lambang salib warna putih. Ketika ‘sepupu’ sekaligus rival mereka yaitu Knights Templar mengalami holocaust oleh Inquisitor Vatikan dan Phillip dari Perancis di thn 1312, banyak sekali harta milik Templar yg dialihkan ke tangan Knight Hospitaller. Pengaturan pengendalian atas aset-aset mereka dibagi menjadi 8 wilayah (Provence, Auvergne, Perancis, Itali, Aragorn, Castille, Jerman dan Inggris).
Setelah beberapa kali berpindah wilayah, Knights Hospitaller berakhir di Malta. Ketika di tahun 1798 Napoleon merebut pulau itu dalam ekspedisinya ke Mesir. Para anggota Ordo Hospitaller kemudian berubah status dari Ksatria militer menjadi kelompok sosial dan kemanusiaan.
Saat ini organisasi tersebut bernama “Sovereign Military Order of Malta” berdiri sebagai organisasi kemanusiaan dan sosial. Tetap menjadi Ksatria walau tanpa pedang, kuda dan jubah hitam
 
Knights of Teutonic
Merupakan ordo agama Katolik yang berasal dari Jerman. Ordo ini dibentuk untuk membantu penziarah Kristian di tanah suci mendarat dan mendirikan rumah sakit untuk mengurus pesakit dan yang terluka. kemudian dalam perjalanannya berubah menjadi ordo militer. Nama lengkap ordo tersebut dalam latin adalah “Ordo domus sanctæ mariæ theutonicorum hierosolymitanorum”, atau ” Ordo Jerman Rumah Sakit Maria di Jerusalem atau bahasa Jermannya “orden der brüder vom deutschen haus St. Marien di Yerusalem.
Dibentuk pada penghujung abad 12 di Acre. Pada abad pertengahan ordo ini memegang peranan penting di Outremer. Mengawal pembiayaan jalan tol pelabuhan Acre. Setelah kekalahan Kristian di Timur Tengah pada tahun 1187, beberapa pedagang dari Lubeck dan Bremen mengambil inisiatif untuk mendirikan rumah sakit yang bakal melatih akan menjadi Knight of Teutonic. Lalu bertukar menjadi ordo militan pada tahun 1198 dan menerima perintah dari Paus untuk mengambil alih Jerusalem dari tangan Gereja timur dan mempertahankannya dari kaum Muslim.
Setelah terusir dari Jerusalem, ordo ini banyak berperanan dalam perang melawan kaum non Kristiani (selain Muslim) di Eropa. Mereka berpindah-pindah tempat di Austria, Rusia, melawan Lithuania, Polandia dan lain-lain.
Ordo ini masih wujud hingga sekarang di Austria, selamat dari jangkauan Napoleon (tidak seperti kakaknya, Hospitaller). Bidang yang digarap bukan lagi militan seperti zaman dulu tetapi bidang sosial dan kesehatan.
 
Tambahan buat ordo Kristian :
Knights Hospitaller memiliki ciri jubah hitam atau coklat dengan lambang salib berwarna putih. Majoriti anggota Hospitaller adalah ksatria yang berasal dari Inggris.
Teutonic Knights memiliki ciri jubah hijau (teuton) atau putih dengan lambang salib berwarna hitam. Teutonic Knights dibentuk oleh sisa-sisa para Ksatria Bavaria yang turut dalam perang salib ke-3 dibawah Frederick Barbarossa.

Hospitaller dan Teutonic memiliki anggota wanita dan dengan jelas membagi tugas antara personel ketenteraan (Knights) dengan personel bukan ketenteraan (Clerics) sedangkan Templar tidak menerima anggota wanita dan tidak ada pemisahan tugas. Semua personel Templar berasal dari kaum Knights. Jadi melakukan tugas tempur sekaligus tugas pelayanan umat.
Jelas terlihat perbedaan ciri diantara mereka, Templars dengan jubah putih-salib merah, Teutonic dengan jubah hijau, Hospitallers dgn jubah hitam-salib putih/emas. Selain itu tampak perpaduan gaya Eropa dan Timur tengah/Palestin dalam pakaian mereka karena memang dibentuk untuk bertempur di gurun dan tanah Arab.


Sumber: http://www.akhirzaman.info/secret-societies/ksatria-malta/2175-kabbalah-dan-ksatria-templar.html

Ksatria Templar ( KNIGHT TEMPLAR )

Organisasi ini ada sekitar dua abad di Abad Pertengahan.
Resmi didukung oleh Gereja Katolik Roma sekitar 1129, Orde menjadi favorit di seluruh amal Kristen, dan tumbuh dengan pesat dalam keanggotaan dan kekuasaan. Ksatria Templar, khas mereka dalam mantel putih dengan salib merah, termasuk di antara unit pertempuran paling ahli Perang Salib. Non-kombatan anggota Ordo dikelola infrastruktur ekonomi besar di seluruh Kristen, inovasi teknik keuangan yang bentuk awal perbankan, dan membangun benteng-benteng di seluruh Eropa dan Tanah Suci.
Keberadaan Templar diikat erat dengan Perang Salib, ketika Tanah Suci itu hilang, dukungan untuk Orde memudar. Desas-desus tentang upacara inisiasi rahasia Templar ketidakpercayaan diciptakan, dan Raja Philip IV dari Perancis, sangat dalam utang ke Orde, mengambil keuntungan dari situasi itu. Pada 1307, banyak anggota Ordo di Perancis ditangkap, disiksa agar memberi pengakuan palsu, dan kemudian dibakar.Di bawah tekanan dari Raja Philip, Paus Klemens V dibubarkan Orde di 1312. Tiba-tiba hilangnya sebagian besar infrastruktur Eropa menimbulkan spekulasi dan legenda, yang menyimpan “Templar nama” hidup-hidup ke hari modern.

Kebangkitan
Setelah Perang Salib Pertama pada tahun 1099 Yerusalem ditangkap, para peziarah Kristen banyak melakukan perjalanan untuk mengunjungi apa yang mereka sebut sebagai Tempat Kudus. Namun, meskipun kota Yerusalem di bawah kendali relatif aman, sisanya dari seberang lautan sudah barang tidak. Bandit berlimpah, dan haji secara rutin disembelih, kadang-kadang oleh ratusan, ketika mereka mencoba untuk membuat perjalanan dari pantai di Jaffa ke Tanah Suci.
Sekitar 1119, dua veteran Perang Salib Pertama, kesatria Prancis Hugues de Payens dan kerabatnya Godfrey de Saint-Omer, mengusulkan pembentukan sebuah ordo monastik untuk melindungi peziarah ini Raja Baldwin II dari Yerusalem. Setuju untuk mereka permintaan, dan memberi mereka ruang untuk kantor pusat di Bukit Bait Suci, di Masjid Aqsha Al ditangkap. Bukit Kuil mistik, karena itu berada di atas apa yang diyakini reruntuhan Kuil Salomo. Tentara Salib karena itu disebut Al Aqsha Masjid sebagai Bait Salomo, dan itu dari lokasi ini bahwa Orde mengambil nama Kesatria Miskin Kristus dan Kuil Sulaiman, atau “Templar” ksatria. Ordo, dengan sekitar sembilan kesatria, memiliki beberapa sumber daya keuangan dan bergantung pada sumbangan untuk bertahan hidup. lambang mereka adalah dua ksatria menunggang kuda tunggal, menekankan kemiskinan Ordo.
status miskin kaum Templar tidak berlangsung lama. Mereka memiliki pendukung kuat di Saint Bernard dari Clairvaux, seorang tokoh Gereja terkemuka dan keponakan André de Montbard. Dia berbicara dan menulis persuasif atas nama mereka, dan pada 1129 di Dewan Troyes, Ordo ini secara resmi didukung oleh Gereja. Dengan ini berkat formal, Templar menjadi favorit di seluruh amal Kristen, menerima uang, tanah, bisnis, dan mulia-anak lahir dari keluarga yang sangat ingin membantu dengan perjuangan di Tanah Suci. Manfaat lain besar datang di tahun 1139, ketika Paus Innosensius II Paus banteng’s Omne Datum Optimum Orde dibebaskan dari kepatuhan terhadap hukum lokal. Putusan ini berarti bahwa Templar bisa lulus bebas melalui semua perbatasan, tidak diwajibkan untuk membayar pajak, dan dibebaskan dari semua otoritas kecuali bahwa Paus.
“Templar Knight benar-benar seorang ksatria pemberani, dan aman pada setiap sisi, karena jiwanya dilindungi oleh perisai iman, sama seperti tubuhnya dilindungi oleh perisai baja. Dia adalah demikian ganda bersenjata, dan takut perlu tidak setan atau laki-laki. “
Bernard de Clairvaux, c. 1135, De Laude Novae Militae-In Pujilah dari ksatria Baru
Dengan misi yang jelas dan sumber daya yang cukup, Ordo tumbuh pesat. Templar sering gaya maju dalam pertempuran utama Perang Salib, sebagai kesatria berat lapis baja pada warhorses mereka akan ditetapkan untuk mengisi pada musuh, dalam usaha untuk memecahkan garis oposisi. Salah satu kemenangan mereka yang paling terkenal adalah di 1177 selama Pertempuran Montgisard, di mana sekitar 500 Templar kesatria membantu untuk mengalahkan tentara Saladin lebih dari 26.000 prajurit.
Meskipun misi utama dari Ordo ini militer, anggota yang relatif sedikit yang kombatan. Yang lain bertindak dalam posisi dukungan untuk membantu para kesatria dan untuk mengelola infrastruktur keuangan. Ordo Templar, meskipun anggotanya disumpah untuk kemiskinan individu, kontrol diberikan kekayaan luar sumbangan langsung. Seorang bangsawan yang tertarik untuk berpartisipasi dalam Perang Salib bisa menempatkan semua aset di bawah manajemen Templar saat dia pergi. Mengumpulkan kekayaan dengan cara ini seluruh Kristen dan seberang lautan sudah barang, Orde tahun 1150 mulai menghasilkan letter of credit untuk perjalanan haji ke Tanah Suci: peziarah disimpan barang-barang berharga mereka dengan guru “Templar lokal sebelum memulai, menerima dokumen yang menunjukkan nilai deposito mereka, kemudian digunakan bahwa dokumen setibanya di Tanah Suci untuk mengambil dana mereka. Pengaturan yang inovatif ini adalah bentuk awal perbankan, dan mungkin sistem resmi pertama untuk mendukung penggunaan cek; itu meningkatkan keselamatan peziarah dengan membuat mereka target kurang menarik bagi pencuri, dan juga memberikan kontribusi terhadap kas Templar.
Berdasarkan sumbangan dan transaksi bisnis, Templar dibentuk jaringan keuangan di seluruh Kristen. Mereka mengakuisisi tracts besar tanah, baik di Eropa dan Timur Tengah, mereka membeli dan dikelola peternakan dan kebun-kebun anggur, mereka membangun gereja-gereja dan istana, mereka terlibat dalam manufaktur, impor dan ekspor; mereka armada kapal mereka sendiri, dan di salah satu titik mereka bahkan milik seluruh pulau Siprus. Orde Ksatria Templar arguably memenuhi syarat sebagai korporasi multinasional pertama di dunia.

Menurun
Pada pertengahan abad ke-12, air pasang mulai berbalik dalam Perang Salib. Dunia Muslim telah menjadi lebih bersatu di bawah pemimpin yang efektif seperti Saladin, dan perselisihan muncul di antara faksi-faksi Kristen di dan tentang Tanah Suci. Ksatria Templar ini kadang-kadang bertentangan dengan dua perintah lain militer Kristen, Hospitaller Knights dan Teutonik Knights, dan beberapa dekade permusuhan internecine melemah posisi Kristen, politik dan militer. Setelah Templar terlibat dalam kampanye beberapa gagal, termasuk Pertempuran penting dari Tanduk Hattin, Yerusalem direbut oleh pasukan Saladin di 1187. Tentara Salib merebut kembali kota ini pada 1229, tanpa bantuan Templar, tetapi diselenggarakan hanya sebentar. Pada 1244, Turki Khwarezmi merebut kembali Yerusalem, dan kota tidak kembali untuk mengontrol Barat sampai 1917 ketika Inggris direbut dari Turki Ottoman.
Templar dipaksa untuk merelokasi markas mereka ke kota-kota lain di utara, seperti pelabuhan Acre, yang mereka miliki untuk abad berikutnya. Tapi mereka kehilangan itu juga, pada 1291, diikuti oleh benteng-benteng terakhir mereka daratan, Tortosa (di tempat yang sekarang Suriah), dan Atlit. markas mereka kemudian pindah ke Limassol di pulau Siprus, dan mereka juga berusaha untuk menjaga garnisun di Pulau Arwad kecil, hanya lepas pantai dari Tortosa. Pada 1300, ada beberapa upaya untuk terlibat dalam upaya-upaya militer dikoordinasikan dengan Mongol melalui kekuatan invasi baru di Arwad. Pada 1302, atau 1303 Namun, Templar kehilangan pulau ke Mamluk Mesir dalam Pengepungan Arwad. Dengan pulau hilang, para Tentara Salib kehilangan pijakan terakhir mereka di Tanah Suci.
Dengan misi militer sekarang Orde kurang penting, dukungan bagi organisasi mulai berkurang. Situasi ini rumit juga, karena selama dua ratus tahun keberadaan mereka, para Templar telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seluruh Kristen organisasi Templar Rumah, ratusan yang burik seluruh Eropa dan Timur Dekat, memberi mereka kehadiran secara luas di tingkat lokal Templar. masih dikelola banyak bisnis, dan banyak orang Eropa telah kontak harian dengan jaringan Templar, seperti dengan bekerja di sebuah peternakan Templar atau kebun anggur, atau menggunakan Orde sebagai bank yang untuk toko barang berharga pribadi. Perintah itu masih tidak tunduk pada pemerintah daerah, sehingga di mana-mana negara “dalam negara”-tentara yang berdiri, meskipun tidak lagi memiliki misi yang terdefinisi dengan baik, bisa lulus bebas melalui semua perbatasan. Situasi ini memuncak ketegangan dengan beberapa bangsawan Eropa, terutama karena Templar menunjukkan minat dalam mendirikan negara sendiri monastik mereka, seperti Ksatria Teutonik telah dilakukan di Prusia dan Hospitaller Ksatria lakukan dengan Rhodes.

Penangkapan dan pembubaran
Raja Philip IV dari Perancis (1268-1314)
Pada 1305, Paus Klemens V baru, yang berbasis di Perancis, mengirim surat kepada kedua Grand Master Templar Jacques de Molay dan Hospitaller Grand Master Fulk de Villaret untuk membahas kemungkinan penggabungan dua Pesanan. Begitu juga setuju dengan ide tersebut, tetapi Paus Clement bertahan, dan tahun 1306 ia mengundang kedua Grand Master ke Prancis untuk membahas masalah ini. De Molay tiba pertama di awal 1307, tapi de Villaret ditunda selama beberapa bulan. Sementara menunggu, De Molay dan Clement dibahas biaya yang telah dibuat dua tahun sebelum digulingkan oleh Templar. Secara umum disepakati bahwa tuduhan itu palsu, tapi Klemens dikirim Raja Philip IV dari Perancis permintaan tertulis untuk bantuan dalam penyelidikan. Raja Philip sudah sangat berutang budi kepada para Templar dari perang dengan Inggris dan memutuskan untuk merebut atas rumor untuk tujuan sendiri. Dia mulai menekan Gereja untuk mengambil tindakan terhadap Orde, sebagai cara untuk membebaskan diri dari utang-utangnya.
Pada Jumat 13 Okt 1307 (tanggal kadang-kadang dihubungkan dengan asal-usul hari Jumat tanggal 13 takhayul) Philip memerintahkan de Molay dan puluhan Templar Prancis lainnya untuk ditangkap secara bersamaan. Surat perintah penangkapan dimulai dengan kalimat: “Dieu n’est pas konten, nous avons des ennemis de la foi dans le Royaume” (terjemahan bebas “Tuhan tidak senang. Kami memiliki musuh-musuh iman dalam kerajaan”) The Templar dibebankan dengan banyak pelanggaran (termasuk murtad, penyembahan berhala, bid’ah, ritual cabul dan homoseksualitas, korupsi keuangan dan penipuan, dan kerahasiaan). Banyak terdakwa mengaku biaya tersebut di bawah penyiksaan, dan ini pengakuan, meskipun diperoleh di bawah tekanan, disebabkan skandal di Paris. Semua interogasi direkam dalam sebuah perkamen panjang tiga puluh meter, disimpan di “nationales Arsip” di Paris. Para tahanan itu dipaksa untuk mengakui bahwa mereka telah meludah di kayu salib: “” Moi Raymond de La Fère, 21 ans, que reconnais (J’ai) craché trois fois sur la Croix, mais de Bouche et pas de Coeur “(terjemahan bebas : “Aku, Raymond de La Fère, 21 tahun, mengakui bahwa saya telah meludah tiga kali di kayu salib, tapi hanya dari mulut saya dan tidak dari hatiku” The Templar dituduh menyembah berhala.. perkamen menyebutkan merah, monokromatik gambar manusia di linen atau katun, berkualitas sebagai idola oleh para interogator. Hal ini menunjukkan adanya Kain Kafan dari Turin Pada 1307 beberapa orang yang mengetahui keberadaan.. Setelah karung Konstantinopel oleh Perang Salib Keempat pada tahun 1204, Kain Kafan , yang telah menjadi milik Kaisar, menghilang selama sekitar satu abad. itu muncul kembali di kota kecil Lirey, di kawasan Champagne di Perancis sekitar tahun 1353-1357 dalam kepemilikan Geoffroy de Charny dan kemudian di dalam Chambéry milik Duke of Savoy.
Setelah bullying lebih dari Philip, Paus Klemens kemudian menerbitkan bula kepausan Pastoralis Praeeminentiae pada tanggal 22 November 1307, yang memerintahkan semua penguasa Kristen di Eropa untuk menangkap semua Templar dan menyita aset mereka.
Paus Klemens meminta sidang kepausan untuk menentukan bersalah Templar ‘atau tidak, dan sekali dibebaskan dari Inkuisitor’ penyiksaan, Templar banyak menarik kembali pengakuan mereka. Beberapa memiliki pengalaman hukum yang cukup untuk membela diri dalam persidangan, tapi di 1310 Philip diblokir usaha ini, dengan menggunakan pengakuan sebelumnya dipaksa untuk memiliki puluhan Templar dibakar di tiang di Paris.
Dengan Philip mengancam aksi militer kecuali Paus memenuhi keinginannya, Paus Klemens akhirnya sepakat untuk membubarkan Ordo, mengutip skandal publik yang telah dihasilkan oleh pengakuan. Pada Konsili Vienne di 1312, ia mengeluarkan serangkaian dari sapi kepausan, termasuk Vox in excelso, yang secara resmi dibubarkan Orde, dan providam Iklan, yang ternyata di sebagian besar aset Templar ke Hospitaller.
Adapun para pemimpin Orde, Grand tua Master Jacques de Molay, yang mengaku disiksa, mencabut pernyataannya. asosiasi-Nya Geoffrey de Charney, pembimbing dari Normandia, mengikuti contoh de Molay dan bersikeras tidak bersalah. Keduanya dinyatakan bersalah karena bidah yang kambuh, dan mereka dihukum untuk membakar hidup-hidup pada tiang di Paris pada 18 Maret 1314. De Molay dilaporkan tetap pemberontak untuk mengakhiri, meminta untuk terikat sedemikian rupa sehingga ia bisa menghadapi Katedral Notre Dame terus kedua tangannya dalam doa. Menurut legenda, ia berteriak dari api yang baik Paus Klemens dan Raja Philip akan segera bertemu di hadapan Allah. kata-kata yang sebenarnya Nya dicatat di perkamen sebagai berikut: “qui Dieu SAIT suatu gugatan et pëché Il va. arriver bientot malheur à ceux qui nous ONT condamnés mort à” (terjemahan bebas: “Tuhan tahu siapa yang salah dan telah berdosa. Segera bencana akan terjadi kepada mereka yang mengutuk kita, karena “) Paus Klemens. meninggal hanya sebulan kemudian, dan Raja Philip meninggal dalam kecelakaan berburu sebelum akhir tahun.
Dengan terakhir pemimpin Orde sudah pergi, para Templar yang tersisa sekitar Eropa baik ditangkap dan diadili di bawah penyelidikan Kepausan (dengan tidak hampir dihukum), diserap ke dalam perintah militer lain seperti Hospitaller Ksatria, atau pensiunan dan dibiarkan menjalani hari-hari mereka damai. Beberapa mungkin telah lari ke wilayah lain di luar kontrol Paus, seperti dikucilkan Skotlandia atau ke Swiss. organisasi Templar di Portugal hanya berganti nama, dari Ksatria Templar untuk Ksatria Kristus – Orde melihat Kristus (Portugal).


Chinon perkamen
Pada tahun 2001, dokumen yang dikenal sebagai “Chinon perkamen” ditemukan di Arsip Rahasia Vatikan, ternyata setelah diajukan di tempat yang salah pada tahun 1628. Ini adalah catatan dari persidangan Templar dan menunjukkan bahwa Clement membebaskan para Templar dari semua ajaran-ajaran sesat di 1308 sebelum secara resmi membubarkan Ordo di 1312.
Saat ini Gereja Katolik Roma posisi bahwa penganiayaan abad pertengahan Ksatria Templar tidak adil, bahwa tidak ada yang salah dengan Orde atau perusahaan Aturan dan bahwa Paus Clement dipaksa tindakannya dengan besarnya skandal publik dan mendominasi pengaruh Raja Philip IV.

Organisasi
The Templar diatur sebagai sebuah ordo monastik mirip dengan Bernard Cistercian Orde, yang dianggap organisasi internasional pertama yang efektif di Eropa. Struktur organisasi memiliki rantai yang kuat otoritas. Setiap negara dengan kehadiran Templar besar (Perancis, Inggris, Aragon, Portugal, Poitou, Apulia, Yerusalem, Tripoli, Antiokhia, Anjou, Hungaria, dan Kroasia) memiliki Master Orde untuk Templar di daerah itu. Semuanya tunduk pada Grand Master, diangkat seumur hidup, yang mengawasi upaya-upaya militer kedua Ordo di Timur dan induk perusahaan keuangan mereka di Barat. Tidak ada nomor yang tepat ada, tetapi diperkirakan bahwa pada puncaknya Ordo ada antara 15.000 dan 20.000 Templar, di antaranya sekitar sepuluh ksatria yang sedang aktual.
Saat itu Bernard de Clairvaux dan pendiri Hugues de Payens yang merancang kode perilaku tertentu bagi Orde Templar, sejarawan modern dikenal sebagai Peraturan Latin. 72 Its klausul mendefinisikan perilaku ideal untuk Ksatria, seperti jenis pakaian mereka pakai dan berapa banyak kuda yang bisa mereka miliki. Ksatria itu untuk mengambil makanan mereka dalam keheningan, makan daging tidak lebih dari tiga kali per minggu, dan tidak memiliki kontak fisik dalam bentuk apapun dengan wanita, bahkan anggota keluarga mereka sendiri. Seorang Master Ordo ditugaskan “4 kuda, dan satu pendeta-saudara dan satu petugas dengan tiga kuda, dan satu saudara sersan dengan dua ekor kuda, dan satu pelayan laki-laki untuk membawa perisai dan tombak, dengan satu kuda.” sebagai Orde tumbuh, panduan lebih lanjut ditambahkan, dan daftar asli dari 72 klausul yang diperluas untuk beberapa ratus dalam bentuk akhirnya.
Ada sebuah divisi tiga kali lipat dari jajaran Templar: ksatria aristokratis, sersan lahir rendah, dan ulama. Ksatria diminta untuk menjadi keturunan ksatria dan memakai mantel putih. Mereka dilengkapi sebagai kavaleri berat, dengan tiga atau empat kuda dan satu atau dua Squires. Squires umumnya bukan anggota Ordo tetapi bukan orang luar yang disewa untuk jangka waktu tertentu. Kesatria di bawah Orde dan diambil dari strata sosial yang lebih rendah adalah sersan.
Mereka juga dilengkapi sebagai kavaleri ringan dengan kuda tunggal atau disajikan dengan cara lain seperti administrasi milik Orde atau melakukan tugas-tugas kasar dan perdagangan. Ulama, merupakan kelas Templar ketiga, ditahbiskan sebagai imam yang melihat ke spiritual Templar.
Ksatria mengenakan surcoat putih dengan palang merah dan mantel putih; para sersan mengenakan tunik hitam dengan sebuah salib merah di depan dan belakang dan sebuah mantel hitam atau cokelat.Mantel putih ditugaskan ke Templar di Dewan Troyes di 1129, dan salib adalah yang paling mungkin ditambahkan ke jubah mereka di peluncuran Perang Salib Kedua tahun 1147, ketika Paus Eugenius III, Raja Louis VII dari Perancis, dan tokoh-tokoh lainnya menghadiri pertemuan Templar Perancis di markas mereka di dekat Paris. Menurut mereka Peraturan, para kesatria itu mengenakan jubah putih setiap saat, bahkan yang dilarang makan atau minum kecuali mereka memakai itu.
Inisiasi,yang dikenal sebagai Penerimaan (receptio) ke Orde, merupakan komitmen yang mendalam dan melibatkan upacara khidmat. Orang luar dilarang untuk menghadiri upacara, yang membangkitkan kecurigaan inkuisitor abad pertengahan selama persidangan nanti.
Anggota baru harus sukarela tanda atas seluruh kekayaan mereka dan barang untuk Order dan mengambil sumpah kemiskinan, kesucian, kesalehan, dan ketaatan Sebagian besar saudara-saudara bergabung untuk hidup,. meskipun beberapa diizinkan bergabung untuk periode tertentu. Kadang-kadang pria yang sudah menikah diizinkan untuk bergabung jika ia telah izin istrinya, tetapi dia tidak diizinkan untuk mengenakan mantel putih.
Salib merah bahwa Templar mengenakan jubah mereka pada simbol mati syahid, dan mati dalam pertempuran dianggap suatu kehormatan besar yang meyakinkan suatu tempat di surga. Ada aturan utamanya bahwa prajurit Ordo tidak boleh menyerah kecuali bendera Templar telah jatuh, dan bahkan kemudian mereka pertama kali mencoba untuk berkumpul kembali dengan satu lagi perintah Kristen, seperti yang dari Hospitaller. Hanya setelah semua flag telah jatuh mereka diizinkan untuk meninggalkan medan perang Prinsip ini tak kenal kompromi, persenjataan bersama dengan reputasi mereka untuk keberanian, pelatihan sangat baik, dan berat,. Membuat Templar salah satu kekuatan tempur yang paling ditakuti di abad pertengahan.

Grand Master
Dimulai dengan pendiri Hugues de Payens di 1118-1119, kantor Ordo tertinggi adalah Grand Master, sebuah posisi yang diadakan untuk hidup, meskipun mempertimbangkan sifat bela diri Ordo, ini dapat berarti suatu masa yang sangat singkat. Semua kecuali dua dari Grand Master meninggal di kantor, dan beberapa meninggal dalam kampanye militer. Sebagai contoh, selama Pengepungan Ascalon tahun 1153, Grand Master Bernard de Tremelay memimpin sekelompok 40 Templar melalui pelanggaran di tembok kota. Ketika sisa tentara Salib tidak mengikuti, para Templar, termasuk Grand Master mereka, dikepung dan dipenggal Grand Master Gérard de Ridefort. Dipenggal oleh Saladin pada 1189 di Pengepungan Acre.
Grand Master mengawasi semua operasi Orde, termasuk operasi militer di Tanah Suci dan Eropa Timur dan urusan Templar ‘keuangan dan bisnis di Eropa Barat. Beberapa Grand Master juga menjabat sebagai komandan medan perang, meskipun hal ini tidak selalu bijaksana: beberapa kesalahan dalam kepemimpinan memerangi de Ridefort menyumbang kepada kekalahan pada Pertempuran Hattin. Terakhir Grand Master Jacques de Molay, dibakar di tiang di Paris pada 1314 atas perintah Raja Philip IV.

Warisan
Dengan misi militer mereka dan sumber daya keuangan yang luas, Ksatria Templar didanai sejumlah besar bangunan proyek-proyek di Eropa dan Tanah Suci. Banyak dari struktur ini masih berdiri. Banyak situs juga mempertahankan nama “Kuil” karena hubungan abad-lama dengan Templar. Sebagai contoh, beberapa tanah Templar ‘di London yang kemudian disewakan kepada pengacara, yang menyebabkan nama gateway dan Bar Temple stasiun tabung Temple. Dua dari empat Losmen Pengadilan yang dapat menghubungi para anggota untuk bertindak sebagai pengacara adalah Bait batin dan Candi Tengah.
Ciri-ciri elemen arsitektural bangunan Templar termasuk penggunaan gambar dari “dua kesatria pada kuda tunggal”, mewakili kemiskinan Ksatria ‘, dan bangunan bulat dirancang untuk menyerupai Gereja Kudus

Modern organisasi Templar
Dengan keputusan Paus, milik Templar dipindahkan ke Orde Hospitaller, yang juga menyerap banyak anggota Templar ‘. Akibatnya, pembubaran Templar dapat dilihat sebagai penggabungan dari dua perintah saingan.
Kisah rahasia Templar abad pertengahan namun kuat, terutama penganiayaan mereka, dan pembubaran tiba-tiba, telah menjadi sumber menggoda banyak kelompok lain yang telah menggunakan koneksi dugaan dengan Templar sebagai cara untuk meningkatkan citra mereka sendiri dan misteri. Karena setidaknya abad ke-18 Freemason telah memasukkan beberapa simbol dan ritual Templar,yang sebagian besar yang ditemukan dalam tubuh Masonik disebut sebagai United Agama, Militer dan Orders Masonik Kuil dan St Yohanes dari Yerusalem, Palestina, Rhodes dan Malta, atau hanya Ksatria Templar. Organisasi ini ada secara mandiri atau sebagai bagian dari Ritus York banyak di seluruh dunia. Sovereign Militer Ordo Bait Allah di Yerusalem, yang didirikan pada 1804, PBB telah mencapai status LSM sebagai sebuah organisasi amal.
Tidak ada hubungan historis yang jelas antara Ksatria Templar, yang dibongkar di abad ke-14, dan salah satu dari organisasi lain, yang paling awal muncul publik pada abad ke-18. Namun, sering kali publik kebingungan dan banyak mengabaikan perbedaan 400 tahun. Ada banyak perintah gadungan.

Legends dan relik
Ksatria Templar telah menjadi terkait dengan legenda tentang rahasia dan misteri diserahkan ke pilih dari zaman kuno. Rumor yang beredar bahkan selama saat Templar sendiri. penulis Freemasonik ditambahkan spekulasi mereka sendiri pada abad ke-19, dan embellishments fiksi lebih lanjut telah ditambahkan dalam novel populer seperti Ivanhoe, Foucault’s Pendulum, dan The Da Vinci Code, film modern seperti National Treasure dan Indiana Jones and The Last Crusade , serta video game seperti Broken Sword, dan Assassin’s Creed .
Banyak dari legenda Templar terhubung dengan pekerjaan awal Orde tentang Gunung Bait Allah di Yerusalem dan spekulasi tentang apa peninggalan Templar mungkin telah ditemukan di sana, seperti Holy Grail atau Tabut Perjanjian.
Bahwa Templar dalam kepemilikan beberapa relik yang pasti. Banyak gereja masih menampilkan relikui suci seperti tulang orang suci, secarik kain sekali dipakai oleh orang suci, atau tengkorak seorang martir, para Templar melakukan hal yang sama. Mereka memiliki didokumentasikan sebagai bagian dari Salib Sejati, yang Uskup Acre dibawa ke pertempuran di Tanduk Hattin bencana. Ketika pertempuran itu hilang, Saladin merebut relik, yang kemudian ditebus kembali ke Tentara Salib ketika Muslim menyerahkan kota Acre pada 1191 The Templar dikenal memiliki kepala Saint Euphemia Khalsedon. Subjek relik juga muncul selama Inkuisisi dari Templar, sebagai dokumen beberapa percobaan lihat penyembahan idola beberapa jenis, sebagaimana dimaksud dalam beberapa kasus sebagai kucing, kepala berjenggot, atau dalam beberapa kasus seperti Baphomet. Ini tuduhan penyembahan berhala dikenakan terhadap Templar juga telah mendorong kepercayaan modern oleh beberapa bahwa Templar berlatih sihir . Namun, para sarjana modern umumnya menjelaskan nama Baphomet dari dokumen-dokumen pengadilan hanya sebagai salah mengeja nama Perancis Mahomet ( Muhammad).
Holy Grail cepat menjadi terkait dengan Templar, bahkan di abad ke-12. Grail romance pertama, Le Conte du Graal, ditulis sekitar 1180 oleh Chrétien de Troyes. Mungkin dua puluh tahun kemudian Parzival, Wolfram von Eschenbach versi tentang kisah ini, mengacu pada ksatria yang disebut “Templeisen” menjaga Kerajaan Grail pahlawan lain dari pencarian Grail, Sir Galahad (penemuan sastra abad ke-13 biarawan dari St. Bernard Cistercian Order) digambarkan membawa perisai dengan salib Saint George, mirip dengan lambang Templar ‘: versi ini mempresentasikan “Kudus” Grail sebagai peninggalan Kristen. Namun, dalam dokumen luas tentang inkuisisi Templar tidak pernah ada satu lagi hal seperti peninggalan Grail,apalagi dimilikinya oleh Templar. Pada kenyataannya, kebanyakan sarjana setuju bahwa cerita Grail Hanya saja, sebuah fiksi yang mulai beredar di abad pertengahan.
Satu objek legendaris yang tidak memiliki hubungan dengan Templar adalah Kain Kafan dari Turin. Pada 1357, kain kafan itu publik pertama ditampilkan oleh keluarga dari cucu Geoffrey de Charney, Templar yang telah dibakar di tiang dengan Jacques de Molay di 1314. asal-usul itu kafan itu masih menjadi kontroversi, tetapi pada tahun 1988, karbon dating analisis menyimpulkan bahwa kain kafan itu dibuat antara 1260 dan 1390, rentang yang mencakup-setengah abad terakhir keberadaan Templar ‘. Validitas metodologi dating telah kemudian dipertanyakan, dan umur kain kafan masih bahan perdebatan. .

PENEMUAN KITAB INJIL YUDAS

Beberapa waktu yang lalu muncul berita menghebohkan tentang penemuan Injil yang katanya ditulis oleh Yudas Iskariot. Tulisan itu mengagungkan Yudas sebagai sahabat yang paling karib dari Yesus, bukan sebagai pengkhianat seperti yang diberitakan oleh Injil Kanonik (Matius, Markus, Lukas, Yohanes). Barth Ehrman, dalam bukunya “Misquoting Jesus”, menyatakan bahwa Injil ini merupakan penemuan historis terbesar di abad 20. Mengomentari penemuan tersebut, para penentang Injil ada yang langsung mengatakan bahwa Injil yang ditemukan ini adalah Injil yang asli, Injil yang sebenarnya harus dipercayai oleh orang Kristen. Namun benarkah hal itu? Apakah Injil Yudas adalah Injil asli yang lama hilang, yang kini telah ditemukan kembali? Sebetulnya kitab “Injil Yudas” (IY) ditemukan secara tidak sengaja oleh petani sederhana di Al-Minya, Mesir sekitar tahun 1970-an, setelah 1700 tahun berada di padang pasir, dalam bentuk manuskrip papirus yang dijilid dengan kulit. Papirus itu sudah terpecah-pecah dan beberapa bagiannya hilang dan rusak parah dimakan waktu. Kodeks (kumpulan tulisan yang dijilid) ini kemudian disebut sebagai kodeks Tchacos karena dimiliki oleh seorang pedagang antik yang tinggal di Swiss bernama Frieda Tchacos Nussberger, sebelum diserahkan ke museum Koptik di Kairo, Mesir. Kodeks Tchacos ini terdiri dari empat tulisan berbahasa Koptik, yaitu:
1. Surat Petrus kepada Filipus, yang juga ditemukan di Nag Hamadi (kodeks VIII).
2. Naskah Yakobus, versi lain dari Wahyu Pertama Yakobus dari kodeks V Nag Hamadi.
3. Injil Yudas.
4. Kitab Allogenes (si orang asing), julukan untuk Set, anak Adam dan Hawa.
Penemuan naskah berfaham gnostik ini melengkapi penemuan pada tahun 1945 di Nag Hamadi, di tepi sungai Nil Mesir. Saat itu kaum fellahin (petani) setempat menemukan 13 buah kodeks papirus yang dijilid dengan sampul kulit (perkamen), dalam bejana. Seluruhnya terdiri dari 52 traktat gnostik. Menurut Rodolphe Kasser, ahli sastra dan budaya Kopt yang memimpin tim restorasi naskah kodeks Tchacos, kodeks ini aslinya terdiri atas 66 halaman, tetapi ketika tiba di pasar tahun 1999, hanya 26 halaman yang tersisa, sebagian karena beberapa halaman telah diangkat dan dijual. Namun dari waktu ke waktu, halaman-halaman yang hilang ini berhasil diidentifikasikan dan dikumpulkan. Sebagian dari teksnya berhasil direkonstruksikan dan diterjemahkan atas biaya National Geographic ke dalam bahasa Inggris pada bulan April 2006, sedangkan terjemahannya dalam bahasa Indonesia diterbitkan Gramedia pada akhir Juni 2006. Setelah dilakukan penelitian yang seksama dengan teknik radiokarbon yang dilakukan oleh Timothy Jull dan tim, ahli penetapan tanggal dengan radiokarbon di pusat fisika Universitas Arizona USA, diketahui naskah berbahasa Koptik ini ditulis antara tahun 220-340 M. Ini berarti sekitar 200-300 tahun setelah tanggal kebangkitan Yesus menurut Alkitab. Tidak diketahui dengan pasti kapan manuskrip asli IY ditulis.Ada yang menyatakan bahwa naskah asli IY ditulis dalam bahasa Yunani sekitar tahun 140-160 M. Yang jelas, dari waktu penulisannya, hampir dapat dipastikan bahwa pengarang IY bukanlah Yudas Iskariot!
 ISI DAN AJARAN DALAM INJIL YUDAS
IY adalah kitab yang sarat dengan ajaran gnostik (Yun: gnosis = pengetahuan), yaitu ajaran mistik yang berkembang sekitar abad 2-3 M di sekitar Palestina, yang menyatakan bahwa mereka mengetahui rahasia ilahi yang tidak diketahui sembarang orang, yang bisa membawa keselamatan. Ajaran gnostik ini bertentangan dengan ajaran Kristen yang berlandaskan Alkitab.
1. Ajaran tentang Allah dan dunia.
Menurut faham gnostik, Allah yang tertinggi itu bersifat rohani semata, yang tidak berhubungan sama sekali dengan alam materi. Dia kemudian melakukan pancaran ilahi (emanasi) yang dikenal sebagai aeon-aeon. Salah satu aeon, atau dewa yang lebih rendah inilah yang kemudian menciptakan dunia kebendaan. Tujuannya adalah untuk mewadahi “percikan api ilahi” dari ‘alam atas’ yang masuk ke dunia materi karena “kecelakaan kosmik”. Unsur ilahi ini diletakkan dalam tubuh manusia untuk sementara waktu, hingga unsur ilahi itu bisa kembali ke alam atas. Ada beberapa orang (tidak semua) yang memiliki unsur ilahi di dalam diri mereka yang tidak dapat mati, yang untuk sementara waktu terpenjara di dalam dunia kebendaan. Jiwa ini perlu membebaskan diri untuk kembali ke alam ilahi yang merupakan asal-usul mereka. Manusia yang tidak memiliki percikan api ilahi seperti halnya binatang, akan mati dan lenyap. Menurut gnostik Kristen, dunia ini bukan diciptakan oleh Allah yang Mahatunggal dan Benar itu, tapi oleh demiurgos (dewa yang lebih rendah) yang inferior bahkan bodoh. Banyaknya bencana alam menunjukkan hal ini dan membuktikan dunia itu tidak baik. Sesembahan yang menciptakan dunia ini mereka samakan dengan Allah Perjanjian Lama (PL), yang sebetulnya tidak boleh dipuja, malah harus dihindari agar kita bisa membebaskan jiwa yang terkurung dalam tubuh dan kembali ke alam ilahi. Para sesembahan dunia ini mencakup El (Allah PL), lalu pembantunya, Nebro, yang juga disebut Yaldabaoth, yang ternoda darah dan namanya berarti “berontak” dan Saklas, yang berarti “bodoh” . Saklas, si tolol, dikatakan sebagai pencipta umat manusia menurut citranya. IY mencatat, “Kemudian Saklas berkata kepada para malaekatnya, ‘Marilah kita menciptakan umat manusia seturut dengan kemiripan dan citra[nya]. Mereka membentuk Adam dan istrinya, Hawa …”
2. Ajaran tentang pribadi Kristus.
Penganut gnostik menganggap bahwa Yesus datang ke dunia dengan tubuh maya (semu), sehingga tidak bisa merasa sakit, dll. IY mengajarkan, Kristus itu bukan putra Allah PL, Ia juga bukan manusia dari darah dan daging, tetapi salah satu aeon (dewa) yang datang dari alam atas sana, dan hanya karena penampakannya saja maka kita mengenal dia dalam wujud manusia. Dia adalah pribadi “doketik” (Yun: dakeo = rupanya/tampaknya), roh yang menampakkan diri dengan mengenakan jasad manusiawi, untuk mengajar mereka yang memiliki percikan ilahi di dalam diri mereka mengenai kebenaran-kebenaran rahasia yang mereka perlukan bagi keselamatan mereka. Beberapa naskah gnostik menyebutkan Yesus dapat menampakkan diri sebagai orang yang sudah tua atau sebagai anak-anak secara bersamaan kepada orang yang berbeda. IY mencatat, “Seringkali di hadapan para muridnya dia tidak menampakkan diri sebagaimana wujudnya, melainkan hadir di antara mereka sebagai seorang anak.” Dalam bagian awal IY yang berjudul “Yesus berbicara dengan Para Murid: Doa Syukur atau Ekaristi”, dicatat: Ketika dia [mendekati] para muridnya, [34] yang berkumpul, duduk dan memanjatkan doa syukur atas roti, [dia] tertawa. Para murid berkata kepada [nya], “Guru, kenapa engkau menertawakan doa syukur [kami]? Kami melakukan sesuatu yang benar.” … Perihal Yesus yang menertawakan ketidaktahuan muridnya itu jelas adalah rekaan gnostik, aliran bidat yang mengaku memiliki pengetahuan yang lebih tinggi dari yang dimiliki oleh jemaat Kristen umumnya. Untuk itu mereka menyusun Injil-injil sendiri. Yang sudah dikenal lebih dahulu antara lain Injil Filipus, Injil Maria Magdalena, Injil Tomas dan Wahyu Petrus. Dalam Wahyu Petrus, lebih seru lagi, diwartakan bahwa ketika dipaku di salib Yesus malah tertawa-tawa, karena tidak merasa sakit. Tertawa dalam pandangan gnostik adalah cara untuk menanggapi kebodohan orang yang tidak bergnosis. IY selanjutnya mencatat perkataan murid-murid Yesus, “Guru, engkau adalah [...] putra sesembahan kami.” Yesus bersabda kepada mereka, “Bagaimana kalian mengenal aku? Sesungguhnya [aku] berkata kepadamu, tiada generasi manusia yang berada di antara kalian akan mengenal siapa sesungguhnya aku.” Ucapan Yesus yang menyatakan bahwa dia bukan putra Allah yang disembah para murid, membuat mereka marah. IY mencatat, “Ketika para muridnya mendengar hal itu, mereka menjadi marah, berang, dan mulai menghujat dia di dalam hati mereka. Ketika Yesus melihat bahwa mereka tidak memahami maksudnya, dia [bersabda] kepada mereka, “Kenapa ucapan itu membuat kalian marah? Sesembahan kalian yang berada di dalam diri kalian dan {…} [35] telah membuat kalian marah [di dalam] hati kalian.” Jadi para murid tidak mengetahui siapa Yesus itu sesungguhnya. Mereka menyembah sesembahan yang ternyata bukan Bapa dari Yesus, yaitu Allah yang Benar. Yudas, satu-satunya orang yang memahami kebenaran itu, menyatakan “Saya tahu siapa engkau sesungguhnya dan dari mana asalmu. Engkau berasal dari alam yang tak mengenal kematian, tempat kediaman Barbelo. Dan saya tak pantas mengucapkan nama Dia yang telah mengutusmu” (ay. 35). Barbelo adalah istilah yang tidak dikenal dalam injil kanonik, tapi merupakan tokoh penting dalam aliran gnostik. Barbelo adalah salah satu dari dewa yang ada di alam kesempurnaan Allah yang Benar. Dari sanalah Yesus berasal, bukan dari dunia yang diciptakan oleh dewa yang lebih rendah, tempat kita berada sekarang ini. Ada konsep tritunggal gnostik yaitu ‘Bapa, Barbelo, Autogenes’. Bapa disebut sebagai Roh Agung, cahaya murni yang tidak dapat dilihat. Barbelo ditampilkan dalam peran Ibu Surgawi, sedangkan Autogenes (terjadi dengan sendirinya) bisa dianggap ilah indipenden tetapi merupakan generasi yang lebih rendah dari Barbelo, atau merupakan keturunan Barbelo, yang kemudian menampakkan diri dalam rupa Yesus.
3. Ajaran tentang keselamatan
IY menekankan pentingnya gnosis, atau pengetahuan mistik rahasia/gaib yang hanya diketahui orang-orang tertentu. Keselamatan itu tidak disebabkan karena perbuatan baik atau beriman kepada Kristus sang Penebus, melainkan dengan cara mengetahui kebenaran mengenai Allah yang Benar, mengenai dunia, dan mengenai siapa sebenarnya diri sejati kita: asal-usulnya, bagaimana kita sampai ada di dunia ini, dan bagaimana kita bisa kembali ke kediaman surgawi kita. Menurut paham gnostik, dunia kebendaan kita ini bukan merupakan rumah kita. Kita terperangkap dalam tubuh ragawi dan perlu membebaskan diri. Menurut gnostik Kristen, Kristus membawa pengetahuan rahasia itu. Dia adalah guru pembimbing yang mewahyukan kebenaran itu kepada manusia, sehingga manusia mengalami pencerahan melalui pengetahuan rahasia itu dan jiwa mereka terbebas dari belenggu tubuhnya. . Menurut IY, ajaran eksklusif ini hanya diberikan oleh Yesus kepada Yudas saja karena ia istimewa. IY mencatat: Karena tahu bahwa Yudas memantulkan dalam dirinya sesuatu yang mulia, Yesus berkata kepadanya, “Jauhilah yang lain, dan Aku akan memberitahukan kepadamu misteri-misteri kerajaan.”
4. Ajaran tentang pribadi Yudas Iskariot
Kitab-kitab Injil Kanonik melihat Yudas Iskariot sebagai pengkhianat hina karena menyerahkan Yesus kepada pemerintahan Romawi yang kemudian menyalibkannya. Namun IY justru mempunyai pandangan positif tentang pribadi Yudas Iskariot. Menurut IY, Yudas adalah satu-satunya murid yang diberi pewahyuan rahasia tentang siapa sesungguhnya Yesus, karena dia satu-satunya dari keduabelas murid yang memiliki percikan api ilahi. Para murid Yesus lainnya justru tidak mengerti Injil yang benar. Dalam IY dicatat, “Kisah rahasia mengenai pewahyuan yang diucapkan oleh Yesus dalam pembicaraannya dengan Yudas Iskariot selama seminggu, tiga hari sebelum dia merayakan Paskah” Murid-murid lain menyembah Allah PL, bukan Allah yang Benar, dan karenanya mereka tiada lain adalah “para pelayan kesesatan”. Mereka akan menolak Yudas, seperti yang Yudas lihat dalam penglihatannya bahwa murid-murid yang lain itu merajamnya dengan batu sampai mati. Namun Yudas akan diselamatkan, kendati dia akan banyak berduka karena penolakan itu. IY mencatat, “Yesus menjawab dan bersabda, “Kau akan menjadi yang ketigabelas, dan kau akan dikutuk oleh generasi-generasi lain – dan kau akan datang untuk menguasai mereka. Pada akhir zaman mereka akan mengutuk kenaikanmu [47] ke [generasi] yang kudus.” Menurut kaum gnostik, pada akhirnya semua orang akan menanggalkan segala sesuatu yang fana untuk membebaskan jati diri rohani yang ada dalam diri mereka, dan jiwa mereka menjadi bebas. Dalam IY ada pengorbanan yang dituntut oleh Yesus dari muridnya yang paling memahami dirinya. Yesus meminta agar Yudas Iskariot membantu Dia untuk membebaskan diri dari tubuhnya yang fana, dengan jalan menyerahkan Yesus kepada penguasa dunia. Yesus berkata kepada Yudas, “Engkau akan lebih besar daripada mereka semua; karena engkau akan mengorbankan wujud manusia yang meragai diriku.” (56). Yudas tidak bisa tidak melakukan apa yang diminta oleh Yesus, maka dia “mengkhianati” Yesus. Jadi Yudas sebetulnya adalah pahlawan yang disalahmengerti oleh yang lain. Dia menyerahkan Yesus justru sebagai wujud ketaatannya kepada perintah Yesus dan bukan sebagai pengkhianatan. Inilah “kabar gembira” yang diwartakan oleh Injil Yudas.
SIKAP KITA TERHADAP INJIL YUDAS
Irenaeus, uskup dari Lyon, yang adalah murid Polikarpus (Polikarpus adalah murid rasul Yohanes), sekitar tahun 180 M. telah menulis buku: Adversus Haereses (Melawan Kaum Bidat) yang menyatakan IY itu sesat karena tidak mengandung fakta sejarah dan mengandung ajaran gnostik.. Menurut Irenaeus, pengarang Injil Yudas adalah para pengagum Kain, saudara Habil. Paham mereka disebut Kainit, dan aliran ini oleh Irenaeus dituduh sebagai sekte yang menokohkan figur-figur yang terkenal jahat di dalam Alkitab, termasuk Kain, Esau, Korah, orang-orang Sodom, dan Yudas Iskariot. Mengapa mereka dianggap pahlawan? Karena mereka percaya bahwa Allah PL bukan Allah yang Benar yang harus disembah. Mereka menentang perintah Allah PL bahkan secara ekstrim secara etis. Segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah PL justru mereka tentang, dan segala sesuatu yang dilarang justru mereka anjurkan. Bila Allah PL menganjurkan untuk memuliakan hari Sabat, tidak makan babi dan tidak melakukan perzinahan, mereka malah mengabaikan Sabat, makan daging babi dan melakukan perzinahan! Dengan pandangan yang terbalik ini tidak heran bila mereka menganggap orang yang dinyatakan sebagai musuh Yesus (dalam hal ini: Yudas Iskariot) sebagai sekutunya yang paling besar. Ajaran gnostik dalam IY ini jelas bertentangan dengan ajaran Alkitab, yang mengajarkan antara lain: dunia ini diciptakan oleh Allah yang benar dan mahabaik, Allah PL dan Allah PB adalah pribadi yang sama, keselamatan diperoleh karena beriman kepada penebusan Yesus Kristus, dan Yudas Iskariot adalah seorang pengkhianat. Pada masa kini tidak ada bukti historis lain yang cocok dan mendukung isi IY ini. IY juga tidak mengubah bukti-bukti yang didukung oleh teks-teks asli yang dikanonisasikan sebagai Alkitab Kristen, sehingga ajaran yang terkandung di dalam IY tidak dapat dipegang sebagai pokok kepercayaan Kristen yang benar. Sebetulnya IY bukanlah satu-satunya injil gnostik. Banyak injil gnostik lain yang telah ditemukan, dan siapa tahu kapan-kapan ditemukan lagi injil-injil gnostik yang lain. Sebab dalam rangka menarik orang untuk memercayai keyakinan gnostik, bidat ini telah menyusun banyak “injil” yang mencatut nama-nama rasul dan murid Yesus. Bagi kita, IY dan juga injil gnostik lainnya hanya kepercayaan hasil imajinasi manusia sehingga tidak perlu kita menganggapnya sebagai kebenaran.
Rasul Paulus pernah memperingatkan umat Kristen dengan tegas demikian,
“Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia” (Galatia 1:6-8). Amin